Presiden Prabowo Subianto tiba di Paris, Prancis, pada Senin (13/4) malam pukul 23.50 waktu setempat atau sekitar pukul 04.50 WIB. Kedatangan ini menandai kelanjutan rangkaian diplomasi strategis Indonesia di kawasan Eropa setelah sebelumnya menyelesaikan agenda kunjungan di Moskow, Rusia. Lawatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara mitra strategis.
Menurut keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima di Jakarta pada Selasa (14/4), kunjungan Presiden ke Paris dilakukan setelah menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas berbagai kerja sama strategis yang mencakup sejumlah sektor prioritas, sebagai bagian dari penguatan hubungan Indonesia dengan Rusia.
Selama berada di Paris, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Elysee. Pertemuan tersebut akan menjadi momentum penting dalam meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Prancis, khususnya di bidang ekonomi, pertahanan, teknologi, serta sektor strategis lainnya yang menjadi kepentingan bersama kedua negara.
Kunjungan ini mencerminkan intensifikasi diplomasi Indonesia dalam memperluas jejaring kerja sama internasional di tengah dinamika global yang terus berkembang. Pemerintah berupaya memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di tingkat global melalui dialog bilateral yang konstruktif serta peningkatan kolaborasi lintas sektor dengan negara-negara utama di Eropa.
Melalui rangkaian kunjungan ini, diharapkan hubungan Indonesia dengan mitra internasional semakin solid dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional. Diplomasi aktif yang dilakukan Presiden menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing Indonesia serta memperluas peluang kerja sama di berbagai bidang prioritas.












Komentar