Karya seni berbahan hasil bumi berupa pala wija, pala bungkah, dan pala gantung berbentuk “Garuda Wisnu” menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian upacara Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur. Hiasan ini tidak hanya memperindah suasana upacara, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi serta nilai simbolis yang melekat dalam budaya Hindu Bali. Kehadirannya berhasil menarik perhatian para pemedek yang datang untuk melaksanakan persembahyangan.
Karya tersebut disusun menggunakan berbagai bahan hasil bumi seperti buah-buahan, cabai, hingga kacang-kacangan yang dirangkai dengan detail dan ketelitian tinggi. Pemilihan bahan ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memiliki makna filosofis sebagai bentuk rasa syukur atas hasil alam yang diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kombinasi warna dan tekstur dari berbagai jenis hasil bumi tersebut menciptakan visual yang kaya dan memikat.
Bentuk “Garuda Wisnu” yang diangkat dalam karya ini memiliki makna spiritual yang mendalam dalam ajaran Hindu. Garuda melambangkan kekuatan dan keberanian, sementara Dewa Wisnu dikenal sebagai pemelihara alam semesta. Perpaduan simbol ini mencerminkan harapan akan keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan kekuatan ilahi yang menjadi inti dari pelaksanaan upacara Ngusaba Kedasa.
Selain sebagai sarana persembahan, karya ini juga menjadi wujud kreativitas masyarakat dalam mengolah unsur tradisional menjadi bentuk seni yang bernilai tinggi. Proses pembuatannya melibatkan keterampilan khusus serta pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus dikembangkan melalui ekspresi seni yang inovatif.
Keindahan dan makna yang terkandung dalam hiasan “Garuda Wisnu” ini menjadikannya lebih dari sekadar dekorasi upacara. Ia menjadi simbol harmonisasi antara manusia dan alam, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan. Dalam suasana sakral Karya Ngusaba Kedasa, karya ini turut memperkuat nuansa spiritual sekaligus memperkaya pengalaman religius bagi seluruh pemedek yang hadir.














Komentar