Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, untuk bijak dalam menentukan waktu perjalanan arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Imbauan ini difokuskan pada pengguna jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang diperkirakan akan mengalami peningkatan volume kendaraan dan penumpang dalam beberapa hari ke depan. Langkah antisipatif ini dinilai penting guna mencegah terjadinya kepadatan yang dapat mengganggu kelancaran mobilitas masyarakat selama periode arus balik.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa masyarakat disarankan untuk merencanakan perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar periode puncak arus balik. “Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar periode puncak arus balik, guna menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi di Pelabuhan Ketapang,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (26/3). Imbauan ini diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan kendaraan di area pelabuhan.
Menurut Masyhud, potensi lonjakan pergerakan masyarakat tidak hanya dipicu oleh arus balik Lebaran, tetapi juga berkaitan dengan tradisi Lebaran Ketupat yang dirayakan di sejumlah daerah, biasanya satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Momentum ini kerap menyebabkan peningkatan signifikan jumlah penumpang dan kendaraan dalam waktu yang bersamaan, sehingga perlu diantisipasi dengan pengaturan waktu perjalanan yang lebih terencana.
Wilayah yang diperkirakan akan menyumbang peningkatan mobilitas cukup tinggi antara lain kawasan Tapal Kuda yang meliputi Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi, serta wilayah Kepulauan Madura. Pergerakan masyarakat dari wilayah tersebut menuju Bali maupun sebaliknya berpotensi meningkatkan kepadatan di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk jika tidak diatur dengan baik.
Kementerian Perhubungan juga mengingatkan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan petugas di lapangan dalam menjaga kelancaran arus balik. Dengan memilih waktu perjalanan yang lebih fleksibel serta mengikuti arahan petugas, diharapkan distribusi kendaraan dapat lebih merata dan mengurangi risiko antrean panjang di pelabuhan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk memastikan perjalanan masyarakat selama arus balik Lebaran tetap aman, nyaman, dan efisien.









Komentar